Fakta-Fakta News

Penganiaya Kerap Terjadi Lagi Wanita Sepasang Lesbian Asal Inggris

BeritaTerunik.com. Polisi Inggris pada Sabtu (8-6) membebaskan dengan jaminan lima remaja yang ditangkap setelah melakukan serangan homofobia pada pasangan lesbian yang menolak untuk berciuman di depan gengnya dalam bus malam di utara London.

Melani Geymonat (28) mengatakan dia dan pacarnya Chris, dirampok dan dipukuli hingga berlumuran darah dalam insiden yang terjadi pekan lalu.

Polisi Metropolitan London pada jumat 7-6 menangkap empat remaja berusia antara 15 dan 18 tahun karena dicurigai terlibat dalam kejadian yang disebut perwira senior sebagai serangan menjijikkan.

Petugas kemudian menahan seorang lelaki berusia 16 tahun pada sabtu karena dicurigai melakukan perampokan.

Geymonat mengatakan kepada BBC pada Jumat bahwa geng mengepung pasangan yang duduk di dek atas bus.

Mereka mulai mengtakan hal-hal yang sangat agresif hal-hal tentang posisi seksual, lesbian dan meminta kami berciuman di depan mereka, katanya.

Mereka mulai melempar koin. Hal berikutnya yang saya tahu Chris berada di tengah bus dan mereka memukulinya.

Saya berusaha menyelamatkan Chris dan mereka mulai memukul saya. saya mengalami pendarahan lumayan banyak mengeluarkan darah.

Polisi mengatakan insiden itu terjadi pada dini hari 30 Mei 2019 setelah kedua wanita naik bus dari utara London menuju Camden.

Para wanita itu ditibju beberaoa kali sebelum para pria lari dari bus stelah mencuri telepon dan tas, Met menambahkannya seperti itu.

Kedua wanita dibawa ke rumah sakit untuk perawatan luka-luka di wajahnya.

Ini adalah serangan yang menjijikan pada dua wanita kata Detektif Superintenden Andy Cox.

Rekaman CCTV dari serangan sedang ditinjau oleh para detektif.

Kami terus meminta informasi dari publik, tambahanya.

Geymonat berasal dari Uruguay sementara surat kabar Inggris melaporkan bahwa pacarnya berasal dari Amerika Serikat.

Dia mengatakan kepada BBC bahwa sebelumnya mengalami banyak kekerasan verbal tetapi tidak pernah diserang karena seksualitasnya.

Saya masih sangat marah, pengakuannya.

Itu menakutkan, tapi ini bukan situasi yang baru.

Perdana Menteri Inggris Theresa May Pada hari jumat mengutuk insiden itu.

Ini adalah serangan yang memuakkan dan saya prihatin kepada pasangan yang menjadi korban, katanya.

Tidak seorang pun harus menyembunyikan siapa mereka atau siapa yang mereka cintai dan kita harus bekerja sama untuk memberantas kekerasan yang tidak dapat diterima terhadap komunitas LGBT.

| Berita Terunik | Berita Viral | Berita Motivasi | Berita Online | Berita Terpopuler | Fakta-Fakta |

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *