Apakah hujah yang rasional suruhanjaya perlembagaan mengekalkan ciri ciri tradisional dalam perlembagaa persekutuan.

Apakah hujah yang rasional suruhanjaya perlembagaan mengekalkan ciri ciri tradisional dalam perlembagaa persekutuan.

Lembaga persekutuan merupakan gabungan dari dua atau lebih perusahaan yang memiliki tujuan yang sama. Ciri khasnya yaitu memiliki dua atau lebih pemilik yang mana saling berbagi risiko bisnis dan keuntungan bisnis.

 

Pembahasan:

Lembaga persekutuan adalah penggabungan dua perusahaan yang mengejar tujuan yang sama. Bentuk kemitraan akan sangat bervariasi tergantung pada ekuitas yang dimiliki oleh pemilik ekuitas, jumlah ekuitas yang disumbangkan, dan peran pemilik ekuitas dalam bisnis.

Ciri ciri lembaga persekutuan

Pada kenyataannya tidak semua orang yang menjalankan usaha dalam bentuk kemitraan perlu terlibat langsung dalam pengelolaan usaha tersebut. Bentuk partisipasi orang tersebut tergantung pada bentuk kemitraan yang dilakukan. Kami juga akan mempertimbangkan jumlah investasi. Beberapa ciri kemitraan adalah:

  • Kepemilikan bersama, kepemilikan persekutuan bukanlah kepemilikan individu tetapi kepemilikan bersama. Jika setiap orang yang berinvestasi pada suatu perusahaan memiliki hak yang sama.
  • Setiap orang memiliki hak penuh untuk mengembangkan usahanya. Jika salah satu dari modal bersama, perusahaan yang didirikan bersama, atau pendiri meninggalkan perusahaan, perusahaan harus dibubarkan.
  • Mengingat bahwa perusahaan didirikan dengan nama umum, bukan sebagai perorangan.  Tanggung jawab tidak terbatas dan semua investor memiliki hak dan kewajiban yang sama.
  • Jumlah kewajiban tergantung pada bentuk perusahaan yang didirikan dan partisipasi individu dalam perusahaan. Besarnya keuntungan tergantung pada kontrak, dan pembagian keuntungan tergantung pada kontrak pada saat pendirian perusahaan. Jika kontrak juga mencakup peran masing-masing pihak dalam bisnis perusahaan.

 

Pelajari lebih lanjut

Pelajari lebih lanjut di Google News

Beritaterunik.com

Trending :  Bacalah wacana berikut! Indonesia berbatasan langsung dengan Malaysia di Pulau Kalimantan. Bahkan, penduduk di daerah perbatasan lebih akrab dengan uang ringgit daripada rupiah. Mereka menggunakan mata uang ringgit Malaysia untuk pembayaran dalam transaksi jual beli sehari-hari. Mereka memilih berdagang dan berbelanja di Malaysia karena faktor jarak. Bahkan, di perbatasan Malaysia dan Kalimantan Barat hanya butuh waktu 15-30 menit ke Malaysia, sedangkan untuk ke kota kabupaten butuh 8-10 jam dan hanya bisa ditempuh melalui jalur air. Jika dikaitkan dengan integrasi nasional. kemungkinan yang akan terjadi apabila per masalahan tersebut tidak diatasi ialah !