Banyaknya pernyataan dari komnas ham yang mengatakan larangan kalian dijadikan objek politik praktis dengan menebar keberpihakan seorang guru terhadap politik yang didukungnya. bagi saya memahami politik merupakan sebuah wawasan untuk ……….

Banyaknya pernyataan dari komnas ham yang mengatakan larangan kalian dijadikan objek politik praktis dengan menebar keberpihakan seorang guru terhadap politik yang didukungnya. bagi saya memahami politik merupakan sebuah wawasan untuk ……….

Dinamika Politik di daerah melalui Pemilihan Umum Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah, tak dapat disangkal melibatkan komunitas Guru dan bahkan menjadikan Guru sebagai sasaran empuk bagi Kepala Daerah yang mencalonkan diri pada Pilkada. Dengan berbagai cara yang dilakukan, terkadang Guru tidak bisa menghindar kecuali itu harus terlibat dan melibatkan diri agar tidak menjadi sasaran kebijakan mutasi dari sang Kepala Daerah.

Hal inilah yang menjadikan Guru dalam jabatan profesinya sebagai pendidik, pengajar profesional terkadang dapat terabaikan akibat kegiatan politik sesaat. Jika demikian, membenarkan apa yang diklaim selama ini bahwa Guru berada dalam pusaran politik di daerah.

Jawaban yang paling tepat untuk soal di atas adalah memandang bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan ideologi Pancasila

Pembahasan:

Solusi agar Guru tidak dilibatkan lagi dalam Politik Praktis Pilkada yaitu membumikan kembali peran guru dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ditegaskan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Selanjutnya disebutkan pula bahwa tugas profesional guru adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, mengisyaratkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Profesionalisme dalam pendidikan perlu dimaknai bahwa guru haruslah orang yang memiliki instink sebagai pendidik, mengerti dan memahami peserta didik. Guru harus menguasai secara mendalam minimal satu bidang keilmuan. Guru harus memiliki sikap integritas profesional. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran yakni sebagai fasilitator, motivator, pemacu, perekayasa pembelajaran, dan pemberi inspirasi belajar bagi peserta didik. berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Trending :  Penyusun sistem organ peredaran darah dan sistem pengeluaran secara secara berturut-turut ditunjukan oleh nomor, A. 1) dan 2), B. 2) dan 3), C. 3) dan 4), D. 3) dan 1)

Berkenaan dengan peran Guru, paling tidak seorang Guru harus menyadari untuk memahami perannya sebagai :

  • Pendidik,
  • Pengajar,
  • Pembimbing,
  • Pelatih,
  • Penasehat,
  • Pembaharu (Inovator),
  • Model dan Teladan,
  • Pribadi,
  • Peneliti,
  • Pendorong Kreatifitas,
  • Pembangkit Pandangan,
  • Pekerja Rutin,
  • Evaluator,
  • Fasilitator,
  • Dinamisator.

Pelajari lebih lanjut

Pelajari lebih lanjut di Google News

Beritaterunik.com