1. Penerapan Good Corporate Governance oleh tiga pilar yang saling berhubungan, Sebutkan!, 2. Jelaskan tentang arti Reformasi BUMN ! , 3. Alasan umum perlunya tindakan reformasi BUMN menurut Mahmuddin, 2002 ! , 4. Jika dilihat dari pendekatan sector, BUMN-BUMN akan dikelompokkan dalam 10 sektor industry, sebutkan , ! , 5. Sebutkan secara garis besar proses restrukturisasi yang meliputi tiga hal, menurut Wijaya (2007) !

1. Penerapan Good Corporate Governance oleh tiga pilar yang saling berhubungan, Sebutkan!
2. Jelaskan tentang arti Reformasi BUMN !
3. Alasan umum perlunya tindakan reformasi BUMN menurut Mahmuddin, 2002 !
4. Jika dilihat dari pendekatan sector, BUMN-BUMN akan dikelompokkan dalam 10 sektor industry, sebutkan !
5. Sebutkan secara garis besar proses restrukturisasi yang meliputi tiga hal, menurut Wijaya (2007) !

 

1. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartato menjelaskan bahwa penerapan Good Corporate Governance (GCG) perlu didukung oleh tiga pilar yang saling berhubungan, yaitu:

  • Negara dan perangkatnya sebagai regulator
  • Dunia usaha sebagai pelaku pasar
  • Masyarakat sebagai pengguna produk dan jasa dunia usaha

2. Reformasi adalah sebuah tindakan/proses untuk melakukan pembaruan pada sebuah institusi. Oleh karena itu arti dari Reformasi BUMN adalah pembaruan yang dilakukan di dalam organisasi BUMN seperti melakukan perampingan struktur atau pengambilan tindakan dengan menutup perusahan yang tidak memberi keuntungan besar terhadap publik.

3. Alasan Umum diperlukannya tindakan reformasi BUMN menurut Mahmuddin, 2002 adalah:

  • Biaya produksi yang relatif tinggi menyebabkan tingkat laba yang yang dicapai menjadi rendah dan ketidaksanggupan perseroan untuk membiayai perluasan usaha dari laba yang ditahan;
  • Keuangan Pemerintah menyebabkan investasi baru tidak dapat dibiayai dari APBN,baik melalui dana segar Pemerintah, maupun proyek pemerintah yang dialihkan sebagai aset (PMP) serta adanya kebijakan nasional untuk mengurangi subsidi.
  • Tidak banyak sumber daya baru yang dapat diharapkan dari sistem perbankan karena saat ini masih dalam proses recovery.
  • Kerjasama usaha yang selama ini dijalankan oleh BUMN, hanya memiliki peranan terbatas dan tidak dapat menggantikan restrukturisasi BUMN itu sendiri.
  • Dengan reformasi BUMN diharapkan tercipta peluang-peluang baru untuk investor swasta dalam negeri dan asing sehingga akan membantu mengembalikan kepercayaan investor dan dengan demikian akan memulihkan perekonomian dari resesi dan sekaligus juga menciptakan akses kepada modal, teknologi dan pasar.

4. Dilihat dari pendekatan sektor, BUMN akan dikelompokkan dalam 10 sektor industri, yaitu:

  1. Jasa Keuangan;
  2. Agroindustri dan Konsumer;
  3. Energi;
  4. Pariwisata;
  5. Telekomunikasi dan Media;
  6. Industri Strategis;
  7. Logistik;
  8. Pertambangan;
  9. Konstruksi dan Bahan Bangunan; dan
  10. Industri Kayu dan Kertas

5. Secara garis besar proses restrukturisasi perbankan meliputi tiga hal, yaitu:

  1. Bagaimana menstabilkan sistem keuangan/perbankan secepat mungkin.
  2. Bagaimana menyelesaikan masalah solvabilitas (stock) bank.
  3. Bagaimana mendorong perbankan kembali beroperasi secara sehat.
Trending :  Jelaskan risiko-risio yang dapat dicover oleh asuransi !

Pembahasan

Good Corporate Governance (GCG) merupakan pedoman untuk peningkatan tata kelola untuk sektor bisnis yang diterbitkan oleh KNKG atau Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG).

BUMN merupakan singkatan dari Badan Usaha Milik Negara. BUMN merupakan sebuah perusahaan yang sebagian besar kepemilikannya dimiliki oleh negara.

Restrukturisasi Perbankan adalah sebuah program yang diberikan oleh bank untuk membantu para peminjam dengan cara meringankan cicilan mereka.

Pelajari lebih lanjut

Pelajari lebih lanjut di Google News

Beritaterunik.com